Senin, 28 Agustus 2017

Atasi Tumpukan Sampah, Dadang Supriatna Inisiatif Buatkan Tungku Ajaib

PEMBERSIHAN: Sekretaris Komisi D DPRD sekaligus selaku Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bandung H. M. Dadang Supriatna SIp MSi saat meninjau tempat penampungan sampah di TPS dekat Pasar Baleendah Senin (25/7). Untuk mengatasi persoalan sampah, Dadang membuat solusi dengan membangun tungku ajaib.



bandungekspres.co.id, BALEENDAH – Permasalahan sampah terjadi di setiap kecamatan di Kabupaten Bandung semakin memburuk. Namun sampai saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung belum mencari solusi kongkrit untuk menanggulangi sampah setelah ditutupnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Babakan di Kecamatan Ciparay sejak 30 Juni 2016 lalu.
Menyikapi persoalan sampah di Kabupaten Bandung yang semakin hari semakin menumpuk, Sekretaris Komisi D DPRD sekaligus selaku Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Bandung H. M. Dadang Supriatna SIp MSi berinisiatif membuat tungku ajaib yang bekerjasama dengan kelompok usaha bersama (Kube) Alam Lestari. Alat ini untuk membakar seluruh sampah yang menumpuk di berbagai titik di daerah Kabupaten Bandung.
Dadang mengakui, dirinya menjadi inisiator dalam pengadaan tungku ajaib ini, setelah melihat Pasar Baleendah menjadi tempat pembuangan akhir sementara sampah di Kabupaten Bandung ini, yang tak kunjung diangkut. Sehingga di pasar tersebut sampah sudah sangat menumpuk. Hal itu dikarenakan TPA yang selama ini biasa digunakan yaitu TPA Babakan di Ciparay sudah ditutup.
”Hal ini menjadi eksperimen dan inisiatif DPRD Kabupaten Bandung untuk menanggulangi sampah yang menumpuk di sejumlah titik permukiman, pinggir jalan, dan hampir semua pasar di Kabupaten Bandung. Supaya sampah tidak menumpuk, apalagi dibuang ke Sungai Citarum,” kata Dadang saat ditemui di Pasar Baleendah kemarin (25/7).
Menurut Dadang, dari hasil eksperimennya selama seminggu untuk membakar sampah di Pasar Baleendah, sekitar sepertiga sampai separuh gunungan sampah habis dibakar menggunakan dua unit tungku ajaib. Masyarakat pun menyambut baik gerakan pembersihan sampah tersebut.
”Saya sangat prihatin sebagai anggota dewan dengan kondisi kabupaten seperti ini, saya akan meminta kepada komisi B dan ketua DPRD mengundang instansi terkait yaitu, Dispertasih untuk meminta penjelasan, bagaimana nasib pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung setelah TPA Babakan ditutup. Soalnya ada pengurangan volume pembuangan sampah ke TPA Sarimukti dan akhirnya banyak sampah tidak terangkut,” ucapnya.
Ketua Kube Alam Lestari, Awaludin menuturkan, pembuatan tungku tersebut merupakan hasil pemikiran para anggota kelompoknya yang prihatin dengan kondisi pengelolaan sampah di Kabupaten Bandung yang nampak sulit.  Sejak delapan bulan lalu, sejumlah tungku ajaib telah digunakan untuk mengelola sampah di Kecamatan Baleendah, yakni di Desa Malakasari, Bojongmalaka, Rancamanyar, Baleendah, dan Jelekong. Sedangkan di Kecamatan Bojongsoang, alat ini telah digunakan di Desa Buah Batu dan Lengkong.
”Kami telah sosialisasikan ini ke pihak desa dan kecamatan, kemudian digunakan. Sampai sekarang masih digunakan dan tidak ada komplain. Asap pembakaran pun bisa diminimalisasi dengan mengeringkan sampahnya dahulu. Apalagi ada cerobongnya,” tuturnya.
Alat ini berukuran lebar 60 cm dan tinggi 120 cm. Dalam sehari, satu tungku mampu membakar dua ton sampah. Dengan dibakar dalam tungku, panas yang dihasilkan mencapai 600 derajat celcius sehingga jauh lebih efektif jika dibandingkan dengan membakar sampah langsung di daerah terbuka.
Untuk membakarnya, hanya diperlukan kayu atau oli bekas sebagai pemicunya. Dari dua ton sampah, katanya, akan dihasilkan empat keresek besar abu sisa pembakaran. Alat ini memiliki cerobong asap sehingga dapat meminimalisasi polusi udara.
”Kalau sampahnya kering, tidak akan ada asap. Biasanya kalau sampahnya basah, akan ada uapnya. Tungku ini terbuat dari pelat sehingga mampu bertahan lama. Kami bergerak membuat tungku ini supaya bisa mengurangi timbunan sampah di Kabupaten Bandung,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pedagang buah-buahan di Pasar Baleendah, Agus Suherman mengungkapkan, gunungan sampah tersebut sangat mengganggu para pedagang, dengan kondisi pasar menjadi sangat bau, banyak lalat dan belatung, sehingga sebagian pedagang pun sudah ada yang terken dampaknya, yakni sakit gatal-gatal, ispa, dan herves. (a2/yul/fik)